Home / News / Meledaknya Poker Online saat Likuiditas Kembali ke Level Pra-Lockdown

Meledaknya Poker Online saat Likuiditas Kembali ke Level Pra-Lockdown

Pembicaraan tentang meledaknya poker online di internet dinilai terjadi terlalu awal, menurut data dari GameIntel. Pemantau industri melaporkan minggu ini bahwa lalu lintas pemain online, telah kembali mengalami peningkatan selama adanya lockdown, dan telah kembali ke tingkat sebelum adanya pandemi.

Lockdown menciptakan badai yang menguntungkan bagi industri poker online. Ratusan juta orang di seluruh dunia terjebak di dalam ruangan sehingga mereka mencari bentuk hiburan baru. Hal itu juga akibat banyaknya pertandingan olahraga yang batal. Serta banyak kasino dan ruang poker live yang juga telah tutup.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, banyak pemain baru yang berdatangan untuk bermain dengan jumlah yang cukup signifikan. Sementara karena para pemain tersebut tidak punya banyak pilihan selain memilih bermain secara online.

Harapannya adalah bahwa para pemain baru ini akan bertahan sampai keadaan normal kembali lagi dan ledakan poker online baru gelombang kedua akan mendorong para permainan kembali ke pusat permainan. Sama seperti ledakan poker pertama pada pertengahan 2000-an yang telah membuatnya hampir terjadi. Tapi itu tidak cukup kuat karena masih dalam skala wajar.

Tetapi data menunjukkan bahwa ini bukanlah sebuah ledakan tetapi hanyalah sebuah gelembung, namun sekaranglah waktunya mulai meledak. Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Poker Industry PRO, GameIntel menemukan bahwa lalu lintas perjudian di pasar negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Portugal telah kembali lagi ke level awalnya di bulan Maret, sementara pasar Italia tetap turun selama 180 hari terakhir ini.

GameIntel telah melacak lalu lintas uang tunai harian rata-rata dari permainan di seluruh situs poker online terbesar di seluruh dunia.

Cocok Penghasil Uang Anda

Ledakan awal Poker terlacak awalnya dari kemenangan Seri Utama Poker Dunia Chris Moneymaker yang terjadi secara tidak terduga, di mana ia membawa pulang hadiah uang sebesar $2,5 juta.

Akuntan Tennessee yang berwatak santun itu adalah salah satu pemain amatir pertama yang memenangkan pergelaran Seri tersebut. Dia jugalah orang pertama yang melakukannya dengan kualifikasi online. Yakni melalui turnamen satelit senilai $86 di PokerStars. Dia juga memakai nama belakangnya sebagai headline.

Ceritanya telah tertangkap di pikiran jutaan orang, hal itu karena terbantu pula oleh adanya pembatalan musim hoki 2004-05. Yang berarti turnamen tersebut akan sering tayang ulang di ESPN, serta karena untuk menutup kekosongan jadwal siaran. Efek bola salju poker online yang terjadi karena peristiwa ini dikenal sebagai Efek Penghasil Uang.

Ada 839 pemain di acara utama yang diikuti oleh Moneymaker pada tahun 2003. Tahun berikutnya, ada 2.576. Tahun setelah itu, 5.619. Lalu pada 2006, ada 8.733.

Menjadi sebuah turnamen yang minimal pembeliannya $10.000, pernah membuatnya tidak dapat diakses oleh kebanyakan rata-rata pemain. Namun sekarang pendapatannya menjadi membengkak karena uang dari gerombolan kualifikasi internet.

Situs poker online tidak hanya memberi penghasilan untuk WSOP, tetapi juga WPT, dan sejumlah turnamen TV baru, yang menarik banyaknya penonton karena adanya kumpulan hadiah yang bernilai besar dan adanya peningkatan teknologi in hole cam.

Black Friday

Pada tahun 2006, Undang-Undang Penegakan Perjudian Bagi yang Melanggar Hukum mulai mengkriminalisasi transaksi permainan online, membuat pemain di dunia poker menjadi ketakutan. Tetapi dampak sebenarnya dari berlakunya peraturan ini tidak terlalu terasa selama lima tahun kemudian. Hal itu bertepatan ketika DOJ merebut domain situs poker paling populer di Amerika. Secara efektif hal itu akhirnya turut menutup operasi permainannya di Amerika. Hari yang kemudian dikenal oleh para pemain poker sebagai “Black Friday”.

Tetapi kenyataannya adalah bahwa pasar poker online global sudah mulai bergeser ke grafik penurunan bertepatan saat FBI mulai melontarkan omongan yang tidak-tidak pada PokerStars, dkk.

Kesenjangan keterampilan antara pemain profesional dan pemain yang hanya mencari hiburan telah terpaut terlalu besar. Para pemain baru tersebut akan tersedot dan langsung termuntahkan oleh para pemain profesional yang memanfaatkan sepenuhnya perangkat lunak bantuan permainan yang berfungsi untuk membantu menganalisis kelemahan lawan mereka.

Para pemain pencari hiburan yang pernah menjadi landasan pendapatan dari poker tersebut mulai meninggalkan permainan itu. Mereka tidak bisa menang sehingga tidak lagi menyenangkan saat bermain. Poker online pada dasarnya memakan dirinya sendiri.

Berpagar Cincin, Terfragmentasi

Begitu jumlah pemain mulai berkurang, penurunan tidak akan berhenti. Permainan ini membutuhkan sejumlah besar likuiditas para pemainnya untuk tetap mempertahankan berbagai pilihan permainan yang menarik dan kumpulan hadiah yang menggiurkan.

Situs poker telah berusaha untuk memulihkan keseimbangannya demi para pemain amatir ini. Mereka mulai melarang penggunaan perangkat lunak bantuan pemain dan mengadopsi mekanisme permainan sosial. Tetapi orang-orang usia dua puluh-an yang memicu permainan di tahun 2000-an sekarang lebih memilih e-sports dan cenderung melihat poker sebagai permainan untuk generasi yang lebih tua.

Poker online di AS tetap terfragmentasi, berpagar di sekitar sejumlah kecil negara yang mengaturnya serta masih jauh untuk mendapatkan kembali likuiditas tahun 2000-an, ketika pasar benar-benar menjadi global.

Tapi semuanya tidak hilang. Pertunjukan live WSOP baru-baru ini telah kembali ke puncaknya seperti pada pertengahan tahun 2000-an, menunjukkan kecintaan terhadap permainan ini masih kuat. Dan tahun ini, karena adanya pandemi virus corona, WSOP akan menjadi acara khusus online untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Kami mungkin tidak tengah berada di ledakan poker lain. Tetapi WSOP online akan menghasilkan lebih banyak minat media daripada festival poker online lainnya dalam sejarah.

Itu, setidaknya, memberi para pemain poker online yang beberapa di antaranya telah melakukan social distancing selama bertahun-tahun kesempatan untuk bersinar lagi di musim panas ini.

Related Post

COMMENTS

Danu Sanjaya
03 January 2021
Jika melihat keadaan saat lockdown, orang-orang akan berada di rumah seharian dan tidak melakukan apa-apa selain melakukan sesuatu secara online. Lagi pula saya juga sudah menduga jika hari-hari seperti saat lockdown ini akan meningkatkan gejolak para pemain Judi Online, saya juga tidak terlalu kaget karena telah memprediksikan hal ini.
Gani Gunawan
05 January 2021
Apa yang aku harapkan adalah para pemain yang telah mendongkrak gejolak Judi Online ini bisa membawa beberapa pemain baru yang dapat bertahan hingga lockdown selesai. Ini karena aku juga jadi punya banyak pemain awam yang bermunculan, lumayan juga kan kalau lawan mereka dan siapa tahu aku bisa menang banyak... hahahaha!
Gunadi Adem
07 January 2021
Tahun-tahun itu memanglah sangat berat bagi sebagian orang. Bahkan ada yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi virus korona menyerang kota mereka. Menjadikan Judi Online sebagai kerjaan sementara sangat cocok, apalagi tidak terlalu memakan biaya banyak. Aku juga mulai mencoba bermain Judi Online karena beberapa pekerjaanku saat ini terhenti untuk sementara waktu.
Beno Sanjaya
08 January 2021
Mau bagaimana aku melihatnya, saat lockdown memang banyak yang tinggal di rumah. Bukan cuman hanya sekedar bermalas-malasan, tetapi juga mencari hiburan baru untuk menggantikan aktivitas lain. Kalau pun bosan aku pasti mencari sesuatu untuk dimainkan... bisa game, bisa olahgara di rumah, atau mencoba bermain game online. Salah satunya Judi Online... game yang bisa nambah uang saku.
Arif Mahmud
09 January 2021
Mengingatnya banyak orang yang belum bekerja, hal seperti ini mungkin sudah biasa. Tapi kalau mereka yang sudah bekerja pasti akan mengalami kesulitan, mencoba bermain Judi Online bisa saja menjadi pilihan alternatif terakhir bagi mereka. Bahkan saat ini aku tidak tahu harus melakukan apa jika karena adanya Game Online atau sesuatu yang bisa membuatku betah berada di rumah
Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our
MONTHLY NEWSLETTER