Home / News / Flutter akan Melawan Kentucky dalam Kasus Starts Poker Grup

Flutter akan Melawan Kentucky dalam Kasus Starts Poker Grup

Flutter Entertainment mengatakan terkejut dengan keputusan yang telah keluar pada hari Kamis dari Mahkamah Agung Kentucky. Keputusan itu memulihkan keputusan terhadap anak perusahaan The Stars Group dalam gugatannya yang bermula pada tahun 2008 dan kasus hukum yang sama pada tahun 1798.

Dalam putusan 4-3, pengadilan berpendapat bahwa pemerintah negara bagian memang memiliki kedudukan hukum sebagai “orang” dalam subjek hukum. Hal ini untuk mencari kerugian besar yang timbul karena orang Kentucy bermain dalam permainan poker online ilegal. Sebuah rilis oleh kantor Gubernur Andy Beshear menyebutkan nilai putusan itu hanya di bawah $1,3 miliar.

Dalam pernyataannya, Flutter, yang memiliki The Stars Group, mengatakan argumen negara bagian tersebut bertentangan dengan preseden terbaru yang berlaku. Perusahaan memperkirakan itu akan menghasilkan $18 juta pendapatan kotor permainan dari para pemain di Kentucky dari tahun 2006 hingga 2011.

Ada sejumlah proses hukum yang perlu diselesaikan oleh Flutter. Setelah mendapat nasihat hukum, Flutter akhirnya yakin bahwa berapa pun jumlah yang akhirnya menjadi tanggung jawab mereka untuk membayar akan tetap menjadi proporsi terbatas dari keputusan yang harus dipulihkan, ”kata perusahaan tersebut.

Selain itu, Flutter mengatakan pihaknya tidak mengakui kewajiban yang harus dilakukan terkait gugatan tersebut, tetapi keuangan perusahaan “tetap kuat”.

Setelah kasusnya masuk ke ranah pengadilan, hal tersebut turut menjadikan The Stars Group sebagai salah satu pemain legal di pasar online AS. Saat ini, mereka beroperasi di New Jersey dan Pennsylvania. Situs perjudian itu hanya tersedia bagi pemain di negara bagian tersebut.

Hakim: Kasus PokerStars bukan “Rejeki nomplok” untuk Kentucky

Kentucky memulai penyelidikannya terhadap situs poker offshore, termasuk PokerStars, pada tahun 2007. Setahun kemudian, ia mengajukan gugatan karena anak perusahaan Poker Stars terus beroperasi di negara bagian itu. Mereka terus beroperasi di Kentucky hingga April 2011.

Dalam kasus ini, pejabat Kentucky mengatakan bahwa para pemain dalam negara bagian tersebut telah kehilangan uang sampai $290,2 juta dari situs PokerStars hanya dalam periode waktu lima tahun. Kerugian sebenarnya, yang belum diklaim diperkirakan lebih banyak lagi mengingat lamanya situs tersebut hadir.

Dalam pendapat yang ditulis oleh Hakim Samuel T. Wright III, mayoritas hakim memutuskan bahwa PokerStars telah gagal memberikan informasi kepada negara bagian tentang siapa saja para pemainnya. Serta sekarang mereka tengah membuat perusahaan itu untuk bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Itu karena “berdasarkan Loss Recovery Act, akibat itu timbul karena mereka memilih untuk membentuk sindikat perjudian internet ilegal. Serta melanggar perintah pengadilan untuk berhenti beroperasi, dan menyembunyikan identitas rekan konspirator mereka, sampai mereka tidak dapat lagi dituntut berdasarkan Loss Recovery Act.”

Di bawah hukum yang berlaku di Kentucky, negara bagian tersebut berhak memperolah hak atas ganti rugi tiga kali lipat. Yang artinya mereka harus membayar denda sebesar $870,7 juta, tambah bunganya.

Meski begitu, Wright berpendapat tentang denda itu, meski tidak berlaku proporsional. Serta juga bukan berarti menjadi sebuah “rejeki nomplok”, seperti yang diklaim oleh hakim banding.

Kerugian Finansial yang Besar

“Negara bagian Kentucky menderita kerugian finansial besar sama seperti kerugian besar yang juga menimpa warganya. Fasilitas perawatan kesehatan mental dan fisik mulai merawat warga yang terdampat kerugian besar akibat adanya situs perjudian ilegal yang sebagian besar juga merupakan dukungan dari negara bagian tersebut, ”tulis Wright“. Uang yang dikirim ke rekening perjudian luar negeri tersebut hilang dan pajak yang seharusnya menjadi hak negara bagian juga telah hilang.

“Biaya untuk menuntut dan memenjarakan individu yang melakukan kejahatan dalam mendukung perjudian ilegal adalah denda yang sangat besar pada sistem hukum Kentucky yang berlaku sekarang ini. Negara bagian Kentucky mengalami kerugian besar karena adanya sindikat kriminal perjudian internet ilegal dari PokerStars. Jumlah yang tercatut dalam kasus ini mungkin tidak mencakup seluruh biaya sebenarnya yang diderita oleh negara bagian Kentucky. ”

Hakim Christopher Shea Nickell, Debra Hembree Lambert, dan Michelle M. Keller turut serta dalam membangun opini mayoritas.

Siapa, atau Apa, Apakah itu Orang?

Ketika pengadilan banding negara bagian membatalkan putusan pengadilan pada tahun 2015 dalam kasus tersebut. Maka hal itu terjadi karena pengadilan merasa pemerintah negara bagian tidak memenuhi definisi sebagai orang dalam subjek hukum.

Undang-undang Kentucky tentang penggantian kerugian dari perjudian sudah ada sejak setidaknya tahun 1798, menurut pendapat Mahkamah Agung. Meskipun Loss Recovery Act mungkin tidak menentukan siapa atau apa yang dapat meminta ganti rugi. Empat hakim mayoritas mengatakan bahwa undang-undang negara bagian lain telah melakukannya. Undang-undang itu, kata mereka, memungkinkan negara untuk mengajukan gugatan.

Berdasarkan peraturan hukum yang berlaku di negara bagian, jika penjudi tidak mengajukan tuntutan atas kerugiannya dalam waktu enam bulan. Pihak ketiga dapat mengajukan gugatan dan meminta ganti rugi tiga kali lipat jika kasus tersebut diajukan dalam waktu lima tahun setelah kerugian tersebut terjadi.

Tidak semua hakim setuju dengan interpretasi itu. Dalam perbedaan pendapat, Hakim Laurence B. VanMeter mengatakan bahwa perubahan peraturan hukum terjadi pada tahun 1873 yang memungkinkan negara mengambil dana perjudian ilegal melalui penyitaan. Ini juga memungkinkan individu untuk meminta bantuan dari pengadilan.

“Seandainya badan legislatif bermaksud untuk memberikan kedudukan kepada Negara bagian untuk menuntut atau mengumpulkan denda atas dasar pemulihan, itu bisa saja dengan mudah dilakukan,” tulisnya.

Ketua Mahkamah Agung John D. Minton Jr. dan Wakil Ketua Hakim Lisabeth T. Hughes bergabung dalam perbedaan pendapat tersebut.

Beshear Menyambut Keputusan Poker

Dalam sebuah pernyataan, Gubernur Andy Beshear setuju bahwa denda tersebut tidak akan menggantikan kerusakan yang timbul akibat adanya situs poker online. Namun dia mengatakan keputusan itu termasuk sebuah kabar baik, terutama karena di negara bagian itu tengah terjadi COVID-19.

Saat inilah posisi yang tepat bagi kita untuk keluar dari efek pandemi yang terus menyakitkan ini untuk membantu orang Kentucky. Membantu bisnis kita, serta memberikan perawatan kesehatan yang berkualitas kepada lebih banyak orang Kentucky. Memperkuat sekolah negeri kita, dan menepati janji kita kepada pendidik dan pegawai negeri lainnya. Mereka yang beberapa di antaranya tengah berada di garda terdepan memerangi dampak dari adanya pandemi, ”kata Beshear.

Dia menambahkan bahwa setelah keputusan pengadilan mencapai finalnya, negara akan mulai mengambil tindakan untuk mengumpulkan denda tersebut.

Sementara ayah Beshear, Steve, yang menjabat sebagai gubernur Kentucky dari 2007-2015, juga turut berjuang melawan perjudian offshore. Namun keduanya tampaknya tidak berhasil mendorong negara bagian tersebut untuk melegalkan perjudian. Andy Beshear, dalam kampanyenya yang sukses di tahun 2019 yang bertujuan untuk menggulingkan Gubernur saat itu. Matt Bevin, menjalankan platform untuk melegalkan taruhan olahraga dan memperkenalkan kasino di negara bagian itu. Upaya untuk melegalkan taruhan olahraga tersebut belum juga mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian tersebut.

Saat ini, Kentucky mengizinkan pacuan kuda, lotere negara bagian, dan permainan amal seperti bingo. Lintasan pacuan kuda negara bagian juga menawarkan pacuan kuda bersejarah selama hampir satu dekade. Tapi masa depan permainan-permainan itu dan jutaan pendapatan yang berasal dari HHR mulai berada dalam bahaya. Hal itu tejadi Setelah Mahkamah Agung memutuskan mesin-mesin itu tidak memenuhi definisi permainan pari-mutuel.

Related Post

COMMENTS

Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our
MONTHLY NEWSLETTER